FORUM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2011

Interpersonal Communication Skill


SD Islam Al Azhar 14 Semarang mengadakan kegiatan Interpersonal Communication Skill yang diselenggarakan selama 2 hari (11 Desember dan 18 Desember 2010), bertempat di Aula Gedung Lt. 2. Kegiatan ini dimaksudkan agar dalam penyampaian pesan dari pemberi dan penerima dan sebaliknya tidak menimbulkan gesekan-gesekan oleh sebab perbedaan daya tangkap dan persepsi.

Kegiatan Interpersonal Communication Skill ini diselenggarakan oleh PT. TPI Training Centre & Consultancy demgan instruktur Ibu Bonita D. Sampurno, SH.

Agenda pelatihan pada hari pertama adalah:

  • Proses dan Konsep Komunikasi
  • Efektif Interpersonal Communication
  • Pengenalan Bahasa Tubuh

Agenda pelatihan pada hari kedua adalah:

  • Pemahaman Diri dan Kepribadian untuk Meningkatkan Efektifitas Komunikasi
  • Dinamika Komunikasi Menghadapi Konflik
  • Komunikasi Melalui Penampilan


Dalam pelatihan selama dua hari itu, terlihat para peserta sangat enjoy dalam melahap materi yang disampaikan, dengan suasana sangat interaktif, santai namun serius. Antusiasme dan keaktifan peserta juga terjaga hingga berakhirnya acara dengan mengikuti berbagai sesi yang diberikan.


Dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan seluruh komponen sekolah mampu mengefektifkan komunikasi dua arah secara baik dengan rumusan kunci “Know Your Audience”.

Ekskul Drumband

Ekstrakurikuler drumband diikuti oleh murid SD Islam Al Azhar 14, mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 5. Anak-anak diperkenalkan satu persatu alat-alat drumband yang sudah disediakan sekolah. Alat-alatnya seperti:

  1. Senar drum
  2. Tenor drum
  3. Triotam
  4. Bass drum
  5. Belyra
  6. Stock Majoret
  7. Cymbal

Anak-anak belajar drumband untuk bermanfaat meningkatkan stimulus pada musik percussion (alat pukul) atau drum band, bisa juga mengangkat kualitas potensi motivasi pada anak.

Pelatih mengklasifikasikan (pemilihan) alat-alat drumband yang harus dipegang dari bermacam-macam kelas sebagai berikut:

  1. Kelas 1 dan 2 pegang alat tenor, cymbal.
  2. Kelas 3 dan 4 pegang alat senar drum, triotam, belyra, bass drum

Dengan seleksi yang sesuai dengan kemampuan anak-anak serta potensi keahlian masing-masing yang telah diposisikan pelatih drumband, maka masing-masing harus bertanggung jawab atas alat yang dipegangnya.

Materi Percussion

Materi yang disampaikan sebagai berikut:

  1. Sil misasi alat belyra
  2. 8,8,16 pada alat-alat besar (senar drum, tenor drum, triotam, bass drum, cymbal).

Materi yang disampaikan masih materi dasar dilakukan berulang sampai pukulan kompak serasi pada irama materi dasar drumband. Latihan menguasai alat-alat drumband itu memakan waktu cukup lama, sampai anak-anak menguasai materi yang disampaikan.

Anak-anak yang minat drumband rata-rata daya motorik anak sangat bagus, semangat belajar drumband semakin asyik, senang dan berbakat yang mempunyai nilai-nilai positif pada anak.

Anak-anak sudah menguasai materi dasar untuk melatih pukulan keserasian, kekompakan dan mengembangkan daya pikir yang maju. Menginjak materi lagu anak-anak mulai giat rajin berangkat belajar drumband.

Anak-anak sudah menguasai materi dasar untuk melatih pukulan keserasian, kekompakan dan mengembangkan daya pikir yang maju. Menginjak materi lagu anak-anak mulai giat rajin berangkat belajar drumband.

Dengan semangat belajar drumband anak-anak mulai berfikir serius dalam menerima materi yang disampaikan. Semua belajar musik drumband itu membutuhkan kesabaran yang tinggi. Materi yang disampaikan lagu realigi yang terdiri; assalamu’alaikum, mari sholawat.

Materi 2 lagu itu memakan waktu cukup lama yang harus ditekuni, apabila anak tidak masuk akan ketinggalan materi. Perpaduan percussian itu butuh tenaga ekstra yang harus minat, semangat dan bertanggung jawab pada alat yang dipegangnya. Perkembangan pada anak dalam mengusai drumband sangat bagus, belajar drumband butuh proses mengharmonisasikan irama percussian alat-alat yang beda menjadi pukulan rajin, kompak dan serasi sesuai dengan harapan yang diinginkan sekolah.

Harapan kami sebagai pelatih, menginginkan yang terbaik buat sekolah SDI Al Azhar 14, mohon dikoordinasikan lagi kepada semua wali murid yang khususnya mengikuti ekstrakurikuler drumband diharapkan rajin berangkat kecuali sakit.

Kami sangat semangat dalam mengajar, bisa cepat dikuasai oleh anak-anak. Fasilitas bagus dan memadai. ---

Apa kata mereka??

”Pertama kali aku main drumband aku sudah suka. Awalnya memang susah banget, namun lama kelamaan jadi mudah. Aku pegang alat musik ceylovon. Bunyinya ting...ting...gitu dech, aku suka semuanya”. (Alma 4A)

”Di drumband aku memainkan alat musik belera, yang aku rasakan saat membawa belera agak berat. Saat pertama menggabungkan antara belera, triorta, bass, simbal, bunyinya masih ”brak bruk, bruk brak...” pokoknya masih berantakan. Tetapi setelah latihan dengan keras akhirnya aku dan teman-teman bisa memainkan dengan bagus”. (Lulu 5C)

Diekskul drumband aku memainkan alat musik Ballyra. Aku dilatih oleh Kak Heru yang orangnya gak pernah marah, sabar & menyenangkan. Saat yang menyenangkan ketika berlatih drumband yaitu saat mengelilingi sekolah & saat memasang pegangan ballyra, seru sekali. Walaupun membawa Ballyra itu berat aku tetap semangat”. (Kiki 3D)

Selasa, 14 Desember 2010

Pesantren Kilat Ramadhan 2010

Pesantren kilat Ramadhan tahun ini dilaksanakan pada tanggal 30,31 agustus dan 1 September 2010 (20 – 21 Ramadhan 1431 H). Bertempat di Kampus SDIA 14 Semarang Pesantren kilat kali ini diikuit oleh 120 Peserta dari seluruh siswa kelas V. Panitia Sanlat angkatan ke XIV ini mengambil tema mengenai Hikmah dan Anugerah Masa Baligh. Mengutip dari Firman Allah dalam Surat An-nur, yang artinya: “Dan apabila anak-anakmu telah sampai hulm (ihtilam), Maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Qs. An-Nuur [24]: 59).

Tujuan dilaksanakannya Pesantren Kilat Ramadhan adalah :

1. Mendidik dan melatih peserta untuk dapat berpikir dengan tanggap dan kritis terhadap ha yang disajikan kepada mereka dalam kegiatan pembelajaran

2. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman para peserta, baik di bidang umum maupun agama.

3. Menumbuhkan jiwa persaudaraan yang erat yang dilandasi dengan semangat bekerjasama dan sama-sama bekerja.

4. Mengamalkan kegiatan ibadah dengan usaha peningkatan ilmu sewaktu puasa Ramadhan yang pasti akan memberikan berkah kepada para peserta dengan nilai yang berganda.

Sedangkan manfaat dilaksanakan Pesantren Kilat Ramadhan adalah :

  1. Siswa diharapkan mampu berpikir dengan tanggap dan kritis terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya.
  2. Siswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama Pesantren Kilat Ramadhan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama.
  3. Siswa diharapkan mampu bersosialisasi dalam ikatan persaudaraan atau silaturahim sebagai wujud bahwa manusia adalah makhluk sosial.
  4. Siswa diharapkan mampu mengamalkan kegiatan ibadah baik yang bersifat wajib maupun sunnah dalam kehidupan sehari-hari dan mampu memahami tanggung jawab sebagai muslim dan muslimah ketika mereka mulai memasuki usia baligh.

Kegiatan-kegiatan dalam Pesantren Kilat Ramadhan Angkatan ke XIV ini adalah :

  1. Sholat fardu berjama’ah
  2. Sholat-sholat sunah
  3. Penyampaian materi Sanlat dilanjutkan dengan diskusi dan praktek
  4. Berbagi dengan sesama dalam bentuk sedekah barang
  5. Dzikrullail
  6. Edu-Game
  7. Nonton film untuk membangun motivasi
  8. Kultum siswa
  9. Tadarus Al Qur’an
  10. Dan masih banyak kegiatan lainnya.

Ketua panita Sanlat Angkatan ke XIV, Edi Mulyono,S.Ag menyampaikan bahwa Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan ini harus dijadikan sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bernilai edukatif bagi seluruh peserta maka panitia mencoba mengevaluasi kekurangan yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan Pesantren Kilat tahun ini sebagai pijakan penyelenggaraan Pesantren Kilat Ramadhan tahun depan.

Di antara kekurangan-kekurangan tersebut yang perlu diperbaiki adalah :

  1. Perlunya koordinasi untuk konsep acara pembukaan antara panitia dengan pengurus yayasan sebagai pengisi acara “Stadium General Sanlat.”
  2. Perlunya konsistensi dan tanggung jawab pada setiap individu panitia dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan selama Sanlat berlangsung.

Kejuaraan Bola Basket Walikota Cup Semarang 2010

Tim Basket SDIA 14 Semarang ikut berpartisipasi sebagai salah satu peserta dalam kejuaraan Bola Basket yang bertajuk Nuvo - Walikota Cup Semarang 2010 yang dihelat di GOR Sahabat (31 Juli s/d 7 Agustus 2010).

Kejuaraan Bola Basket Walikota Cup Semarang tahun ini hadiri oleh 100 sekolah baik dari SD, SMP maupun SMA sekota Semarang.

Tim Basket Putra SDIA 14 berada di pool D satu grup dengan SD Antonius 2 dan SD Cor Jesu, sedangkan Tim Basket Putri SDIA 14 berada di pool I satu grup dengan SD Cor Jesu dan Karang Turi.

Sistem pertandingan untuk kelompok SD adalah setengah kompetisi yang diambil satu terbaik dari tiap pool (putra) untuk selanjutnya akan saling bertemu di babak semifinal. Sedangkan untuk putri, karena hanya terdiri dari 3 pool, untuk memenuhi kuota 4 tim (semifinal), maka untuk melengkapi 3 tim yang sudah lolos otomatis sebagai juara pool, diambil satu dari peringkat 2 dari tiap-tiap pool yang terbaik. Perhitungan poin berdasarkan kemenangan dengan mengacu pada skor akhir pertandingan (selisih bola).

Tim putri SDIA 14 mengawali pertandingan melawan SD Cor Jesu di hari pertama sebelum pembukaan Kejuaraan dengan membawa pulang kekalahan dengan skor yang mencolok 1 – 34 dan di pertandingan kedua saat melawan SD Karang Turi, lagi-lagi Tim Putri SDIA 14 kalah telak tanpa mendapatkan bola sama sekali dengan skor 0-29. Kekalahan tim putri ini menurut Pak Benny (pelatih) dikarenakan kurangnya motivasi dan semangat untuk memenangkan pertandingan, walaupun dari segi postur mereka rata-rata unggul namun secara kerjasama team para pemain masih kurang terorganisasi dibandingkan dengan lawannya.

Menurut Pak Benny, kekalahan tim putra dan putri SDIA 14 tidak lepas dari faktor suporter juga karena suporter itu adalah pemain ketujuh dilapangan, yang dapat meningkatkan semangat dan euforia bertanding.

Tidak jauh berbeda dengan tim Putrinya, tim Putra SDIA 14 juga mengalami dua kekalahan sekaligus, namun permainan tim putra lebih baik dari tim putrinya yang mampu menampilkan kerjasama tim dan bermain dengan semangat tinggi walaupun kemenangan belum berhasil diraih. Kekalahan pertama diterima tim putra SDIA 14 dari SD Antonius 2 dengan skor 5-24 dan di pertandingan kedua kalah tipis (1 bola) dari SD Cor Jesu dengan skor 18-20, padahal saat melawan SD Cor Jesu, di quarter dua SDIA 14 unggul 1 ½ bola (13-10) dari lawannya tersebut namun karena faktor keberuntungan menjauhi tim, akhirnya SD Cor Jesu mampu mengungguli dan memenangi game ini.

Khusus untuk tim putra, Pak Benny cukup bangga dengan permainan Ivan dkk. Mereka mampu membuat kejutan dengan mengimbangi tim unggulan dengan permainan cepat namun lagi-lagi faktor luck lah yang menjauhi kita.

Juara untuk kelompok SD, baik Putra maupun Putrinya diraih oleh SD Tri Tunggal.

Ivan mencetak poin tertinggi untuk SDIA 14 dengan 12 angka lalu disusul Ulhaq dengan 11 angka. Khusus Ulhaq perlu diberikan julukan Three Point Shooters, karena dari 11 poin yang dicetaknya, 9 poin di sumbangkan Ulhaq dengan 3 kali Three Poins Shoot.

Pak Benny menyatakan bahwa semoga di tahun depan tim Basket SDIA 14 mampu meningkatkan hasil yang dicapainya di tahun ini, syukur-syukur jadi juara. Dan untuk anak-anak, berlatih dengan giat lagi dan dengarkan baik-baik apa instruksi dari pelatih.

Tim Putra: Atar, Helga, Sandi, Vidi, Ulhaq, Rafi, Ivan, Dimas, Bayu, Dana, Afar, Razi.


Tim Putri
: Anggi, Kanya, Vivi, Tiara, Acha, Sarah, Fanisa, Elan, Yumna, Ayu, Ayya, Nia

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia

Pada hari Jum’at (15 Oktober 2010), Komplek Kampus Al Azhar 14 Semarang menjadi salah satu host di kota Semarang untuk memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPSS) yang disponsori oleh PT. Unilever (Lifebuoy). Di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa HCTPSS ini di koordinir langsung oleh Kementriaan Kesehatan RI yang digelar serentak di Jakarta, Yogyakarta, Semarang dan Jawa Timur.HCTPSS ini diperingati setiap tanggal 15 Oktober di seluruh dunia. Penetapan tanggal tersebut dibentuk oleh Public Private Partnership for Handwashing with Soap (PPP-HWWS) atau KPS-CTPS yang terdiri dari Unilever (Lifebuoy, WSP, UNICEF, ESP, HSP, Aman Tirta, Reckitt Benckiser dan beberapa badan Internasional lainnya.

Peserta HCTPSS ini diikuti oleh Siswa-Siswi TK dan SD (kelas 1-3) Al Azhar 14 Semarang, Wakil Walikota Semarang (Bp. Hendrar Prihadi, SE, MM), Perwakilan PT. Unilever (Ibu Iin Ardhyagarini), Ketua Yayasan Bimatam (Bp. Dr. H. Sudharto, MA), Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang (Ibu Tatik Suryati) dan para tamu undangan dari Pemkot Semarang,

Sebelum cuci tangan pakai sabun dimulai, pelaksanaan peringatan ini diawali oleh sambutan Ketua Yayasan Bimatama.

PT. Unilever dan Wakil Walikota Semarang. Kemudian acara ini juga dimeriahkan oleh tarian dan nyanyian PHBS oleh siswa-siswi SDI Al Azhar 14, dilanjutkan oleh pembacaan komitmen siswa untuk selalu cuci tangan pakai sabun (Vitra dan Nia), penempelan kertas komitmen oleh para siswa SDIA 14 dan acara terakhir / acara utamanya adalah pelaksanaan cuci tangan pakai sabun yang dilakukan dengan serentak oleh para peserta HCTPSS.

Wakil Walikota mengatakan bahwa mencuci tangan pakai sabun sebenarnya merupakan pekerjaan kecil, namun manfaatnya cukup besar bagi kesehatan. “Dengan cuci tangan pakai sabun 2 sampai 3 kali sehari bisa menciptakan kesehatan bagi masyarakatnya”. Untuk itu, wakil Walikota berpesan kepada para kepala sekolah, Dinas Kesehatan, Pemkot untuk melakukan gerakan cuci tangan pakai sabun secara konsisten.

Peringatan HCTPSS ini bertujuan sabagai salah satu upaya untuk meningkatkan kebiasaaan CTPSS di kalangan masyarakat yang masih rendah. Kebiasaan CTPSS di masyarakat saat ini masih berkisar pada 14,3 % sebelum makan, 11,7 % sesudah buang air besar, 8,9 % setelah menceboki bayi, 7,4 % sebelum menyuapi makan, 6 % sebelum menyiapkan makanan (Data Survei Baseline Environmental Services Program (ESP-USAID) tahun 2006.