FORUM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2011

Musuh Jadi Sobat Sejati

Kring, kring, kring”suara jam alarm milik Melisia. ”Melisia…,ayo bangun”teriak Mama dari dapur karena mendengar alarm Melisia yang berhenti berbunyi. ”Iya..,iya.. aku bangun”jawab Melisia pelan. Hari ini hari pertama Melisia masuk sekolah di SD Mawar Selir.

Tapi tidak biasanya Melisia tidak cepat-cepat bangun, Melisia malah memilih tidur lagi dari pada bangun. ”Melisia…”teriak Mama kedua kalinya,kali ini Melisia baru bangun. Ia langsung menuju ke ruang makan lalu makan.

Saat Melisia sedang makan Mama bertanya”tumben kok males, biasanya semangat, kenapa sih? ”Tanya Mama penuh selidik. ”Nggak apa-apa kok”jawab Melisia sambil memandang wajah Mama. Setelah selesai makan Melisia bergegas ke kamar mandi.

Dan setelah berpakaian ia langsung masuk dalam mobil sambil memanggil supirnya” Pak Bino..,ayo berangkat nanti aku telat” teriak Melisia. ”Iya ”jawab pak Bino dari belakang. Setelah sampai sekolah Mama dan Melisia langsung menuju ke kelas yang ditunjuk oleh kepala sekolahnya yaitu bu Desty.

Melisia masuk ke kelas IVB yang wali kelasnya pak Jonas. Kata anak-anak, pak Jonas adalah guru paling muda di Sekolah, pak Jonas juga lebih sering dipanggil “kak Jo”. Dan katanya kak Jo itu baik. Waktu masuk kelas sorotan mata teman-teman baruku mulai tertuju padaku,dan sejenak mukaku mulai memerah.

Aku duduk di sebelah anak perempuan. Dia kecil,lucu,dan manis tak lupa menggunakan kaca mata berwarna coklat yang bergambar beruang. ”Hai,namaku Isfy. Namamu siapa?”Tanya anak itu kepadaku. ”Oh..,ya halo Isfy. Namaku Melisia, senang berkenalan denganmu. ”Jawab Melisia pelan.

Setelah pelajaran selesai, istirahat dimulai.Isfy mengajak Melisia ke kantin sekolah. Tiba-tiba saat Melisia dan Isfy ingin duduk…. ”Heh, sana pergi. Ini mejaku. Cari meja lain sana, anak baru! ”katanya ketus. Baru saja Melisia ingin menjawab Isfy menahannya, lalu berkata”nggak usah ditanggapin deh, tu anak emang cewek paling ketus di Sekolah, ”kata Isfy kasar.

Baru tadi Melisia mendengar suara Isfy kasar,karena dari tadi pagi Isfy lemah lembut jika berkata. Lalu Melisia mulai bertanya”Siapa sih nama anak itu, mengapa dia ketus banget? ”Tanya Melisia. ”ooo…,... dia namanya Angelina Aprily, panggilannya Rily.

Tapi karena dia ketus, dia lebih sering dipanggil “situs (si ketus)”jawab Isfy”oya,aku lupa. Dia ketus cuma kalo lihat orang sahabatan aja kok. ”Kata Isfy menjelaskan. Melisia hanya manggut-manggut saja. Mulai hari itu Melisia mulai dijadikan musuh sama situs. Beberapa hari kemudian Melisia mulai memiliki teman yang banyak.

Dan enam anak menjadi sahabat sejatinya, yaitu:Isfy, Oliv, Amy, Diky, Alvin,& Shoky. Memang kebanyakan nama di Sekolah Melisia namanya banyak yang berakhiran “Y”. Dan tak lupa situs juga tambah kesal dengan Melisia. Sampai akhirnya situs mulai agak diam sama Melisia, karena Melisia tidak pernah menanggapi perkataannya.

Beberapa bulan telah berlalu. Melisia juga mulai kesal dengan situs, karena sekarang Melisia mulai ditanyai terus jawaban soal-soal ulangan. Dan kak Jo juga sering mengingatkan situs, tapi tetap saja ia lakukan. Situs juga mengancam Melisia kalau tidak diberitahu.

Ancamannya adalah ”TEMANMU AKAN BERKURANG KALO KAMU PELIT SAMA AKU”. Dan memang benar, sesekali Melisia tidak memberi jawaban, temannya juga mulai runtuh. Melisia diberi solusi Isfy, katanya ”mulai sekarang setiap istirahat kamu ke perpustakaan aja, kan di perpustakaan gak boleh rame..

Pasti dia gak ganggu kamu lagi deh” kata Isfy. Hari mulai berlalu. Melisia sudah merasa nyaman karena solusi Isfy. Istirahat dimulai. Tiba-tiba saat Melisia mau masuk perpustakaan…….”Eh,Me..Melisia. Maafin aku ya, selama ini aku udah ganggu kamu terus. Aku gak bermaksud kayak gitu. Maaf ya ”kata situs melemah.

Mendadak suasana jadi hening. Dengan pelan Melisia berkata ”iya, gak apa-apa. Aku maafin kamu kok. Sobat sejati? ”Melisia bertanya. ”Sobat sejati, oke, ”kata Rily. Mulai hari itu mereka berdua menjadi sobat sejati. ---- ** ----

Cerita: Nabila Anindita (5 C)

Minggu, 18 Juli 2010

Gudeg Vs Mc Monal's

(Oleh: Alifia Retnandari Gunawan P.)


“Bunda masak apa sich?”tanya Rizkiyah sepulang dari sekolah. Anak berkerudung yang sekolah di SD Islam Agamaku itu nampak berkeringat dan wajahnya merah karena matahari tak mau berkompromi. “Lho anak Bunda sudah pulang? Mana Rizky?” “Ada itu lagi jalan dibelakang sama temannya.” “Kalau begitu cepat ganti baju dan langsung sholat dzuhur dulu. Setelah itu Bantu Bunda menyiapkan makan siang ya….” “ Iya Bunda.”


“Assalamu’alaikum Bunda!” “Wa’alaikum sallam Rizky! Kok Rizky nggak bareng sama kakak?” “Nggak. Soalnya kakak pingin buru – buru pulang,sudah lapar katanya. Lagipula Rizky tadi mampir dulu ke tempat Yoyok mengambil buku.” “Rizky sudah sholat dzuhur belum?” “Sudah Bunda,tadi di rumah Yoyok.” “Ya sudah sana ganti baju dulu,terus makan!” “Rizky sudah makan Bunda,tadi kebetulan mamanya Yoyok membawa oleh – oleh Mc.M. Enaaaaaak sekali Bunda! Maknyuuuss” kata Rizky sambil memonyongkan bibirnya.”Walaahh kaya di TV aja.” “Kapan – kapan kita beli Mc.M. Bunda. Kan enak, Bunda nggak usah susah – susah masak,tinggal beli langsung makan. Cepet lagi.” “Cepet sich cepet, tapi sehat,halal dan bergizi nggak? Itu yang penting,jangan asal makan aja!” sahut Rizkiyah dari dalam dapur. “Pasti sehat dan halal dong kak! Kalau bergizi …ya jelas bergizi dong! Apalagi kakak pernah bilang,kan katanya kalau kita banyak mengonsumsi ayam atau daging itu kan sehat. Kalau soal halal pasti halal dong kak! Soalnya kita beli kan pakai uang sendiri bukan uang curian.”Huuuuuu….. ngaco kamu! Bukan itu maksudnya. Sini kakak jelasin! Yang dimaksud sehat itu apakah daging ayamnya segar atau yang sudah diawetkan. Kalau halal itu artinya memasaknya dengan bahan – bahan yang halal kita konsumsi atau tidak. Dan kalau bergizi, tentunya harus memenuhi empat sehat lima sempurna. Gituuuu ngerti nggak? Lagipula kalau kamu keseringan makan makanan yang siap saji atau instant atau biasa disebut junkfood tubuh kita kurang sehat walaupun kita menjadi gendut dan juga dapat mengakibatkan ‘KANKER’ alias ‘KANTONG KERING’. Iya kan Bunda?” “Iiiiiiiiiihhh kakak juga ngaco. Masak kanker dibilang kantong kering. Kenapa nggak kantong bolong sekalian kak!” “lalu apa?” “Kanker itu kan penyakit yang mematikan kak!” “Nah itu tahu. Berarti kamu nggak bodoh – bodoh amat.” “Iiiiiiiiiihhh kakak jahat deh!” “Kalau begitu masih mau makan yang serba junkfood lagi?” “Yaaaa kalau kepepet sich kak!” “Huh dasar kamu!”.


Beruntung saat itu Pak Mubarokh tidak ada di rumah. Beliau sedang pergi ke luar negeri. Pak Mubarokh adalah ayah Rizkiyah dan Rizky. Coba saja kalau ada Pak Mubarokh di rumah,peraturan akan dipasang dengan ketat!


Sudah – sudah mengapa kalian jadi rebut? Mendingan kita sekarang makan sama gudeg khas Yogyakarta yooo..”ajak Bunda.”Iya Bunda aku sudah laper banget nich!”kata Rizkiyah sambil memegangi perutnya. “Kriuuk..”suara perut Rizkiyah mulai terdengar.”Aduuh anak Bunda laper berat yaa..” “Aku nggak mau makan,aku sudah kenyang makan Mc.M.” “Ya sudah kakak habisin sendiri aja gudeg khas Yogyakartanya” Rizkiyah dan Bunda makan dengan lahap. Ehmm yummy..!


Rizky yang yang duduk tidak jauh dari meja makan hanya bisa menelan ludah melihat kakaknya makan dengan lahap. Sebenarnya bau masakan Bunda sangat menggoda perutnya. Tapi Rizky malu dan gengsi untuk mengakui kalau sebenarnya ia juga pingin mencicipi masakan Bunda. Kakaknya yang diam – diam sedari tadi memperhatikan tingkah laku adiknya merasa geli sekaligus kasihan juga, karena sebenarnya ia tahu kalau adiknya juga suka sekali dengan gudeg khas Yogyakarta.


"Bener nggak mau makan? Nggak suka gudeg khas Yogyakarta? Kakak habiskan loh! "goda Rizkiyah. Ehm . . . gudegnya wueenak sambel goreng kreceknya juga enak apalagi telurnya . . . "Maknyuuusss! TOP MARKOTOP sambil menirukan gaya Bondan Winarno di TV. Bunda hanya tersenyum melihat tingkah kedua anaknya itu. "Eeemm . . . jangan dong Kak, jangan dihabiskan. Rizky kan juga suka dan doyan gudeg khas Yogya. " Katanya kamu lebih suka MC. M? " Iya sih! Tapi kalau Rizky pikir-pikir masakan Bunda jauh lebih enak dan sehat. " Nah gitu dong itu baru anak Bunda. Kita harus lebih mencintai masakan dari negeri sendiri. "Sejak saat itu Rizky lebih suka makanan tradisional daripada makanan junkfood. (Saat Fia duduk di bangku kelas 3 - 2008)