FORUM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Tampilkan postingan dengan label Bintang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bintang. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2011

Aku dan Lasy


Assalamu’alaikum wr, wb,

Hai… namaku Raja Rasyid Al Hakim Harahap dan biasa dipanggil Raja. Sekarang bersekolah di SDI Al Azhar 14 kelas 1 B. Saya akan berbagi pengalaman tentang bagaimana aku mendapatkan juara pada lomba LASY.

Pertama kali aku mengenal lasy dari bunda waktu masih di TK A. Bunda mengikutkan aku ekstrakurikuler lasy karena aku senang mengotak atik permainan Lego.

Awalnya aku mengikuti apa yang diajarkan guru lasy kepadaku. Aku cermati, kemudian setelah aku tahu kuncinya bagaimana membuat bentuk mainan lasy yang baik dan benar seperti binatang atau alat transportasi yang bisa bergerak. Aku mulai senang memainkannya dan selalu mengulang di rumah apa yang diajarkan pada saat ekstrakulikuler di sekolah.

Ketika aku mengikuti lomba lasy yang pertama, aku mendapatkan juara ke III. Hal ini membuat aku semakin bersemangat untuk selalu mengikuti setiap perlombaan lasy. Orang tuaku ikut memperhatikan pada saat guru lasy mengajariku dan selalu mengajak aku untuk belajar membuat berbagai macam model lasy.

Alhamdulillah......, karena sering berlatih, beberapa kali aku sering mendapatkan juara, walaupun itu juara harapan tetapi aku juga pernah tidak mendapatkan juara. Hingga saat ini aku duduk di kelas 1 dan Alhamdulillah sudah mendapatkan 21 piala dari kejuaraan lasy. Kata bunda, lakukan sesuatu dengan senang hati, Insy Allah hasilya akan menyenangkan juga.

Ayah yang paling sering mengajak berlatih dan membuatkan berbagi macam model sebelum mengikuti perlombaan. Selain itu ayah juga selalu mengantarkan aku dimanapun lomba yang aku ikuti.

Terimakasih ayah dan bunda yang sudah membimbingku sehingga tak jarang aku mendapatkan juara 1

Itulah ceritaku teman-teman, semoga bermanfaat ya...

wassalamu’alaikum wr. wb.

Minggu, 18 Juli 2010

Membaca Puisi Tak Semudah Yang Kubayangkan

Oleh: Atirah Shalsabila

Hai namaku Atirah Shalsabila, aku biasa dipanggil dengan Atirah atau Shasa. Aku lahir di Semarang, tepatnya pada hari Koperasi 12 Juli 2000. Aku sekarang duduk di kelas 4C SD Islam Al Azhar 14. Cita-citaku ingin menjadi dokter gigi dan designer. Hobiku ??? Main komputer, baca buku, main biola dan masih banyak lagi. Tokoh idolaku, hmmm…yang nomor satu pastilah Nabi Muhammad SAW, Albert Einstein, Mom n Dad, dan Alm. Ws. Rendra.

Menjadi pembaca puisi yang baik tak semudah yang kubayangkan. Aku sangat bersyukur karena bisa menjadi salah satunya. Pertama aku baca puisi mulai dari TK A. Awalnya aku tidak mau, tapi Mamaku bilang kalau mau ikut lomba, nanti dibelikan teropong, ya...saat itu aku sangat ingin mainan teropong agar bisa lihat bintang diangkasa.

Selesai lomba, jadi deh beli teropongnya. Aku juara harapan II saat itu. Dari situlah aku mulai menyukai puisi dan selalu ikut lomba dan alhamdulillah sering menang.

Proses awal membuat dan membaca puisi kadang membosankan. Dulu kalau lagi tidak mood latihan, aku kabur pulang ikut mobil antar jemput. Sampai di rumah aku langsung diomelin Mama deh. Yang paling susah itu menciptakan puisi. Banyak sekali kritikan sampai kantong kritikannya penuh. Ada yang bilang kurang puitis, kependekan, bahasanya, bahasanya baku banget, terlalu panjang kalimatnya dan lain-lain. Tapi dengan kritikan itu aku bisa belajar lebih baik. Bukankah seperti kata pepatah “ Practice makes perfect”, kalau kita latihan terus semua jadi mudah.

Pengalaman yang tidak akan kulupakan adalah saat kelas III, aku dinobatkan sebagai “juara I lomba bercerita Al Azhar Se-Indonesia di Jakarta”. Di panggung aku bisa tersenyum bangga saat dilayar tertulis namaku. Aku pulang ke Semarang dengan wajah gembira. Rasanya hatiku berbunga-bunga.

Persiapan lomba harus betul-betul matang mulai dari ekspresi, intonasi, kelancarannyapun juga. Selain di rumah aku juga dilatih di sekolah. Untuk suara jangan makan gorengan dan es krim dulu agar suara menjadi lebih baik.

Saat datang di tempat lomba kulihat buanyak peserta yang datang, perasaan dag dig dug, gemeteran menjadi satu. Tibalah saat pengumuman, aku deg-degan banget akhirnya aku juara I ditingkat Dabin, kecamatan tetapi aku harus berhenti ditingkat kota, aku juara III tapi tidak apa-apa namanya juga lomba ada yang menang dan ada yang kalah.

Thank you very much to Allah SWT, Mom n dad, guru-guruku dan Special for bu Hanik yang sudah melatihku dan nggak lupa untuk semua teman-teman yang sudah menyuportku dan jangan lupa doakan agar KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya) Karyaku bisa diterbitkan oleh Mizan, amien.

Nggak Gampang Menjadi Siswa Teladan

Namaku Fitra Nabila Alfiona, aku biasa dipanggil dengan sebutan Fitra. Aku kelas 5B SD Islam Al Azhar 14. Aku lahir di Semarang, tepatnya tanggal 13 Januari 1999. Cita-citaku ingin menjadi Expert bidang sains dan fotografer. Hobiku itu menyanyi, membaca buku, foto, ice skating.


Tokoh idolaku nomor satu pasti Nabi Muhammad SAW, Mama dan Babeku, guru-guru, Matthew Charles Sanders, Zachany James Baker, Brian Elwin Haner, Ir. Jonathan, Lewis Seword, Jimmy Owen Sullivan, Cobus Potgieter. Motto hidupku, kejarlah cita-


Menjadi siswa teladan itu benar-benar kesempatan yang langka. Aku sangat senang dan bersyukur karena dapat terpilih. Menjadi siswa teladan itu ternyata tidak semudah yang dibayangkan, kita harus tangguh dan siap bersaing dengan banyak anak lain yang ingin menjadi siswa teladan juga.


Proses awal yang harus aku lalui untuk menjadi siswa teladan yaitu BELAJAR, membosankan memang…tapi, dengan BELAJAR itu terbukti bahwa apa yang kita inginkan pasti mudah untuk diraih. Contoh: aku malas belajar! Tapi karena aku ingin menjadi siswa teladan perlahan-lahan aku mencoba untuk membuka buku dan memahami isinya. Yaaa…akhirnya aku tidak semales dulu. Aku mencobanya waktu aku berumur 10 tahun atau kelas 4.


Persiapan, 2 Minggu sebelum lomba harus benar-benar dimatangkan. Baik persiapan fisik maupun materi. Untuk Fisik makan teratur, istirahat teratur, konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran dengan cara yang sederhana ini benar-benar bisa buat badan kita fit. Kalo persiapan materi ya belajar, latihan ngomong buat wawancara, latihan vocal untuk seni dan latihan buat karya untuk keterampilan (hasta karya). Ini dilakukan rutin setiap hari. Sempat sih aku ngeluh kecapean. Tapi kata mama dan bu guru itu hal yang wajar. Kalau sudah begitu aku pompa lagi semangatku. Biar nanti lebih mudah kalau mau masuk SMP.


Selain belajar di rumah, aku juga dilatih di sekolah oleh Guru Pembimbing yang telah memberikan ilmu dan semangat demi meraih Juara. Rasa letih, capek, bahkan kadang diselimuti rasa kantuk yang sangat mengganggu di saat-saat belajar di Sekolahan.


Lomba berlangsung, di sana aku melihat lawan-lawanku yang sangat hebat, tetapi dengan rasa percaya diri dan bekal ilmu yang sudah menjadi modal, aku mengikuti lomba itu dengan yakin.


Ada beberapa soal yang harus di kerjakan, diantaranya pengetahuan umum, seni bakat dan minat. Babak demi babak aku lalui, tibalah saatnya menunggu pengumuman juara. Rasa deg-degan bercampur aduk menjadi satu.


Terimakasih, Alhamdulillah aku sekarang bisa meraih cita-citaku untuk menjadi siswa teladan. Pertama-tama aku bersyukur kepada Allah SWT, mengucapkan terimakasih kepadaMama dan Babe, Guru-guruku yang di SD Islam Al Azhar serta guruku Pak Dadang. Tak lupa teman-temanku semua. Mereka semualah yang telah memberi dukungan dan semangat buatku.


Tidak lupa doakan aku untuk lolos seleksi di tingkat kota …. Provinsi ….. dan sampai Nasional …… terus dan terus semoga dapat mengibarkan prestasi anak muslim di dunia. (April 2010)